Berita Terkini

93

KPU Manggarai Barat Tanamkan Pendidikan Demokrasi kepada 154 Murid Baru MAN Labuan Bajo

Labuan Bajo, manggaraibarat.kpu.go.id  - Komisi Pemilihan Umum  Kabupaten Manggarai Barat melaksanakan kegiatan KPU Mengajar kepada 154 murid baru dalam kegiatan Masa Ta’aruf Madrasah atau MATAMUDA Tahun Ajaran 2026/2027, Rabu (15/7/2026)) di MAN Labuan Bajo, Manggarai Barat. Kegiatan yang diikuti oleh peserta didik baru tersebut dibuka oleh Guru Sejarah MAN Labuan Bajo, Manggarai Barat, Ahmad Musaidin, yang mewakili pihak madrasah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada KPU Kabupaten Manggarai Barat atas kesediaannya menjadi narasumber dalam kegiatan Mata Muda (Masa Ta'aruf Murid Madrasah). Ahmad Musaidin mengatakan bahwa materi kepemiluan sangat relevan diberikan kepada peserta didik baru karena dapat memperluas wawasan mereka mengenai demokrasi, sistem kepemiluan, serta hak dan kewajiban sebagai warga negara. "Kami mengucapkan terima kasih kepada KPU Kabupaten Manggarai Barat yang telah hadir berbagi pengetahuan kepada peserta didik baru MAN Labuan Bajo, Manggarai Barat. Kami berharap melalui kegiatan ini para siswa tidak hanya mengenal proses demokrasi dan penyelenggaraan pemilu, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki kesadaran berbangsa, berpikir kritis, serta siap berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan demokrasi." ujar Ahmad Musaidin. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KPU Kabupaten Manggarai Barat dalam memberikan pendidikan pemilih sejak dini kepada generasi muda agar memiliki pemahaman yang baik tentang demokrasi, kepemiluan, serta pentingnya menggunakan hak pilih secara cerdas dan bertanggung jawab. Materi disampaikan oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Manggarai Barat, Azis, yang didampingi Kasubag Sosdiklih Parmas dan SDM, Florence V. Yunita, bersama jajaran staf sekretariat KPU Kabupaten Manggarai Barat. Dalam pemaparannya, Azis memperkenalkan kelembagaan KPU, mulai dari tugas, fungsi, dan wewenang KPU sebagai penyelenggara pemilu, hingga pentingnya partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda, dalam kehidupan demokrasi. Azis menjelaskan bahwa pendidikan pemilih perlu diberikan sejak usia sekolah agar para pelajar memiliki pemahaman yang benar mengenai proses demokrasi dan siap menjadi pemilih yang cerdas ketika telah memenuhi syarat sebagai pemilih. "Generasi muda merupakan aset penting bagi masa depan demokrasi Indonesia. Melalui Kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa memilih bukan hanya hak, tetapi juga tanggung jawab sebagai warga negara. Karena itu, adik-adik perlu mengenal proses demokrasi sejak dini agar kelak dapat berpartisipasi secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam setiap penyelenggaraan pemilu," kata Azis. Selain itu, Azis juga mengajak para peserta didik untuk menjadi agen penyebar informasi kepemiluan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta memanfaatkan media digital secara bijak dengan menyaring informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh hoaks. Melalui program KPU Mengajar, KPU Kabupaten Manggarai Barat terus memperluas jangkauan pendidikan pemilih ke lingkungan pendidikan sebagai upaya membangun budaya demokrasi yang berkelanjutan. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan literasi demokrasi sekaligus mempersiapkan lahirnya pemilih pemula yang cerdas, berintegritas, dan aktif berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi. (AS/Humas KPU Manggarai Barat)


Selengkapnya
91

KPU KABUPATEN MANGGARAI BARAT PERKUAT LITERASI KEPEMILUAN BAGI SISWA PKL SMK KUWUS

Labuan Bajo,manggaraibarat.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manggarai Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi demokrasi melalui kegiatan KPU Mabar Mengajar Part 2. Kegiatan ini ditujukan kepada para siswa SMK Kuwus yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kantor KPU Kabupaten Manggarai Barat. Bertempat di Aula Lantai 2 Kantor KPU Kabupaten Manggarai Barat, kegiatan yang dimulai pada pukul 10.30 WITA ini menjadi ruang belajar yang interaktif sekaligus inspiratif bagi para peserta. Melalui kegiatan tersebut, para siswa diajak untuk mengenal lebih dekat tentang kepemiluan serta memahami pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi. Materi disampaikan oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklihparmas), Azis, yang didampingi oleh Kasubbag Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklihparmas), Florence V. Yunita. Dalam pemaparannya, Azis menjelaskan berbagai materi dasar mengenai kepemiluan, mulai dari pengertian pemilu, tujuan dan fungsi pemilu dalam sistem demokrasi, hingga berbagai jenis pemilihan yang diselenggarakan di Indonesia. Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjadi pemilih yang cerdas, yaitu pemilih yang mampu menentukan pilihan berdasarkan rekam jejak, visi, misi, serta program calon, bukan karena pengaruh hoaks, politik uang, maupun tekanan dari pihak tertentu. Selain itu, siswa-siswi sebagai calon pemilih pemula dibekali pengetahuan tentang bagaimana menyikapi setiap tahapan pemilihan secara bijak. Mereka diajak untuk aktif mencari informasi yang benar, menghargai perbedaan pilihan politik, serta menjaga sikap saling menghormati sebagai wujud kedewasaan dalam berdemokrasi. Azis menegaskan bahwa pendidikan pemilih perlu diberikan sejak dini agar generasi muda memiliki kesadaran politik yang sehat dan bertanggung jawab ketika telah memiliki hak pilih. "Pemilih pemula memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan demokrasi. Karena itu, penting bagi mereka untuk memahami proses pemilu dengan benar, bersikap kritis terhadap informasi yang diterima, dan menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab," ujarnya. Sementara itu, Florence V. Yunita mengajak para peserta untuk memanfaatkan kesempatan PKL di KPU sebagai sarana belajar secara langsung mengenai penyelenggaraan pemilu dan nilai-nilai demokrasi. Kegiatan berlangsung dengan suasana yang komunikatif dan penuh antusiasme. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan seputar proses penyelenggaraan pemilu, peran KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu, hingga tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Melalui KPU Mabar Mengajar Part 2, KPU Kabupaten Manggarai Barat berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki pemahaman kepemiluan yang baik, mampu menjadi pemilih yang cerdas, serta turut berkontribusi dalam membangun budaya demokrasi yang berkualitas. Pendidikan pemilih bukan hanya tentang mengenalkan tata cara memilih, tetapi juga menanamkan nilai-nilai partisipasi, tanggung jawab, dan integritas sebagai bekal menjadi warga negara yang aktif dalam kehidupan demokrasi. (AY/Humas KPU Manggarai Barat)


Selengkapnya
100

SUARA NELAYAN ADALAH KEKUATAN DEMOKRASI, KPU MANGGARAI BARAT GELAR SOSIALISASI PENDIDIKAN PEMILIH DI PULAU RINCA

LabuanBajo,manggaraibarat.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manggarai Barat terus memperkuat upaya peningkatan kualitas demokrasi melalui pendidikan pemilih kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan dan marjinal. Dengan mengusung tema "Suara Nelayan Adalah Kekuatan Demokrasi", Sosialisasi Pendidikan Pemilih bagi Kelompok Rentan dan Marjinal (Nelayan) di Desa Pasir Panjang, Pulau Rinca, Selasa (7/7/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA ini dipimpin langsung oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Manggarai Barat, Azis, serta didampingi oleh Anggota KPU Kabupaten Manggarai Barat, Divisi Teknis, Gregorius Juhardi Otto dan Divisi Hukum dan pengawasan, Krispianus Bheda, bersama dua orang staf Sekretariat KPU Kabupaten Manggarai Barat. Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Pasir Panjang, Nurdin, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada KPU Kabupaten Manggarai Barat karena telah memilih Desa Pasir Panjang sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan pendidikan pemilih. "Kami mengucapkan terima kasih kepada KPU Kabupaten Manggarai Barat yang telah hadir dan memberikan edukasi kepada masyarakat kami. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat agar masyarakat semakin memahami hak dan kewajibannya sebagai pemilih, serta dapat berpartisipasi secara aktif dalam setiap penyelenggaraan Pemilu maupun Pilkada," ujar Nurdin. Mengawali penyampaian materi, Azis menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Desa dan masyarakat Pasir Panjang. Menurutnya, pendidikan pemilih merupakan pilar  penting dalam penyelenggaraan Pemilu/Pemilihan yang demokratis dan berintegritas. Ia tidak hanya bertujuan meningkatkan angka partisipasi pemilih, tetapi membangun kualitas partisipasi itu sendiri. Dengan kata lain, pendidikan pemilih membentuk  warga negara yang sadar akan hak dan tanggung jawab politiknya. Masyarakat memiliki peran sebagai penentu arah pembangunan melalui hak pilih yang dimiliki. Dalam pemaparannya, Azis menjelaskan berbagai aspek penting mengenai penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan, mulai dari hak dan kewajiban pemilih, pentingnya menggunakan hak pilih secara  bertanggung jawab, hingga bahaya praktik politik uang (money politik) yang dapat merusak kualitas demokrasi. Karena  demokrasi sejatinya hidup ketika warga sebagai pemilih, sekaligus pemilik kedaulatan memahami, menilai, dan memaknai pilihannya. Ia menegaskan bahwa setiap suara masyarakat memiliki nilai yang sama dan sangat menentukan masa depan daerah maupun bangsa. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh iming-iming materi ataupun berbagai bentuk praktik politik yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi. Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Suasana diskusi berlangsung sangat dinamis. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada para narasumber. Berbagai pertanyaan tersebut menunjukkan tingginya keinginan masyarakat untuk memahami bagaimana menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Dalam sesi tersebut, banyak peserta mengaku baru memahami bahwa memilih pemimpin harus didasarkan pada rekam jejak, visi, misi, serta program kerja calon, bukan karena adanya pemberian uang ataupun bentuk imbalan lainnya. Masyarakat juga menyampaikan sejumlah masukan kepada KPU Kabupaten Manggarai Barat. Salah satu usulan yang mendapat perhatian adalah pembentukan Relawan Demokrasi di desa-desa yang sulit dijangkau, sehingga informasi kepemiluan dapat terus tersampaikan kepada masyarakat secara berkelanjutan. Selain itu, masyarakat berharap KPU dapat menyelenggarakan sosialisasi berskala besar yang menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Barat sebagai upaya memperkuat kesadaran politik masyarakat dan menekan praktik politik uang. Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Anggota KPU Kabupaten Manggarai Barat, Krispianus Bheda, menekankan pentingnya masyarakat menjadi pemilih yang aktif dan kritis dalam menentukan pilihan politiknya. Ia menyampaikan bahwa apabila masyarakat masih ragu dalam menentukan pilihan terhadap calon Gubernur, Bupati, anggota DPRD, maupun Presiden, maka masyarakat sebaiknya memanfaatkan setiap kesempatan tatap muka atau kampanye dialogis yang dilakukan para calon. "Gunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan masyarakat, seperti penyediaan air bersih, listrik, bantuan kapal nelayan, ketersediaan BBM, pembangunan jalan, jaringan internet, maupun kebutuhan lainnya. Sampaikan hal yang benar-benar menjadi prioritas masyarakat. Ketika calon tersebut terpilih, masyarakat memiliki hak moral untuk mengingatkan dan menagih komitmen yang pernah disampaikan kepada publik," jelas Krispianus. Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Manggarai Barat berharap masyarakat, khususnya para nelayan sebagai bagian dari kelompok rentan dan marjinal, semakin memahami pentingnya menggunakan hak pilih secara cerdas, bebas, dan bertanggung jawab. Pendidikan pemilih tidak hanya bertujuan meningkatkan angka partisipasi, tetapi juga membangun budaya demokrasi yang berintegritas, sehingga setiap suara yang diberikan benar-benar menjadi kekuatan dalam mewujudkan pemerintahan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Dengan semangat "Suara Nelayan Adalah Kekuatan Demokrasi", KPU Kabupaten Manggarai Barat menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan pemilih hingga ke wilayah kepulauan dan daerah-daerah yang sulit dijangkau, sehingga tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam memperoleh informasi kepemiluan dan berpartisipasi aktif dalam memperkuat demokrasi Indonesia. (AY/Humas KPU Manggarai Barat)


Selengkapnya
95

KPU Manggarai Barat Gelar KPU Mabar Mengajar Part 1 Kenalkan Kelembagaan KPU kepada Siswa PKL SMKN 1 Kuwus

Labuan Bajo, manggaraibarat.kpu.go.id  -  Komisi Pemilihan Umum  Kabupaten Manggarai Barat kembali menggelar program "KPU Mabar Mengajar Part 1" dengan mengangkat tema Kelembagaan KPU, yang meliputi tugas, fungsi, dan wewenang KPU, struktur organisasi, serta mekanisme kerja di lingkungan KPU Kabupaten Manggarai Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (6/7/2026) di Kantor KPU Kabupaten Manggarai Barat dan diikuti oleh siswa-siswi Praktik Kerja Lapangan (PKL) SMKN 1 Kuwus. Dalam kegiatan tersebut, Ketua KPU Kabupaten Manggarai Barat, Ferdiano Sutarto Parman, menjadi narasumber utama dengan menyampaikan materi mengenai kelembagaan KPU. Ia menjelaskan bahwa KPU merupakan lembaga penyelenggara pemilihan umum yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri, yang bertugas menyelenggarakan pemilu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pada kesempatan itu, Ferdiano memperkenalkan struktur organisasi KPU Kabupaten Manggarai Barat yang terdiri atas lima orang anggota, yakni seorang ketua dan empat anggota yang membidangi Divisi Perencanaan, Data dan Informasi; Divisi Teknis Penyelenggaraan; Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM; Divisi Hukum dan Pengawasan; serta Divisi Keuangan, Umum, Rumah Tangga, dan Logistik. Dalam menjalankan tugasnya, para komisioner didukung oleh Sekretariat KPU yang dipimpin oleh seorang sekretaris. Lebih lanjut, Ferdiano menjelaskan bahwa Sekretariat KPU Kabupaten Manggarai Barat terdiri atas empat subbagian yang berperan memberikan dukungan administratif, teknis, dan operasional kepada setiap divisi komisioner. Subbagian Perencanaan, Data dan Informasi mendukung Divisi Perencanaan, Data dan Informasi dalam penyusunan program, pengelolaan data, serta pengembangan sistem informasi. Sementara itu, Subbagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum mendukung Divisi Teknis Penyelenggaraan serta Divisi Hukum dan Pengawasan dalam pelaksanaan tahapan pemilu, penyusunan produk hukum, dan fasilitasi pengawasan. Selain itu, Subbagian Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat mendukung Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM melalui pelaksanaan sosialisasi, pendidikan pemilih, peningkatan partisipasi masyarakat, hubungan masyarakat, serta pengelolaan kepegawaian. Adapun Subbagian Keuangan, Umum, dan Logistik mendukung Divisi Keuangan, Umum, Rumah Tangga, dan Logistik dalam pengelolaan administrasi keuangan, ketatausahaan, rumah tangga kantor, pengelolaan aset, serta logistik penyelenggaraan pemilu. Ferdiano menegaskan bahwa komisioner memiliki peran dalam menetapkan kebijakan sesuai dengan bidang tugas masing-masing, sedangkan sekretariat berfungsi memberikan dukungan administratif, teknis, dan operasional guna memastikan seluruh tugas dan fungsi KPU dapat terlaksana secara efektif, profesional, transparan, dan akuntabel. Melalui program "KPU Mengajar", KPU Kabupaten Manggarai Barat berharap para siswa PKL SMKN 1 Kuwus memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai kelembagaan KPU, khususnya struktur organisasi serta hubungan kerja antara komisioner dan sekretariat. Pemahaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan wawasan mengenai tata kelola penyelenggaraan pemilu yang profesional, berintegritas, serta sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. (AS/Humas KPU Manggarai Barat)


Selengkapnya
95

KPU KABUPATEN MANGGARAI BARAT GELAR SANTUNAN DAN DOA BERSAMA DI BIARA KKOTTONGNAE INDONESIA CABANG LABUAN BAJO

LabuanBajo,manggaraibarat.kpu.go.id – Kepedulian terhadap sesama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari semangat pengabdian kepada masyarakat. Atas dasar itulah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manggarai Barat menggelar kegiatan Pemberian Santunan dan Doa Bersama di Biara Kkottongnae Indonesia Cabang Labuan Bajo, Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan serentak yang dilaksanakan oleh KPU Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia sebagai wujud nyata bahwa KPU tidak hanya hadir sebagai penyelenggara pemilu, tetapi juga sebagai institusi yang memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan penguatan solidaritas sosial. Rombongan KPU Kabupaten Manggarai Barat dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Manggarai Barat, Ferdiano S. Parman, didampingi Anggota KPU Kabupaten Manggarai Barat, Azis, Sekretaris KPU Kabupaten Manggarai Barat, Yerlingsur Nenoliu, serta seluruh Kepala Subbagian dan staf Sekretariat KPU Kabupaten Manggarai Barat. Kehadiran jajaran KPU disambut hangat oleh para suster dan penghuni Biara Kkottongnae Indonesia Cabang Labuan Bajo. Suasana penuh kekeluargaan dan kehangatan begitu terasa sejak awal kegiatan, yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan sebagai bentuk kepedulian kepada para penghuni biara, dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur dan harapan akan kehidupan yang penuh kasih serta semangat saling melayani. Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Manggarai Barat, Ferdiano S. Parman, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan pihak biara. Ia mengucapkan terima kasih karena KPU Kabupaten Manggarai Barat diberi kesempatan untuk hadir secara langsung dan berbagi kasih bersama keluarga besar Biara Kkottongnae Indonesia Cabang Labuan Bajo. "Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Biara Kkottongnae Indonesia Cabang Labuan Bajo yang telah menerima kehadiran kami dengan penuh kehangatan. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa KPU bukan hanya hadir untuk menyelenggarakan pemilu, tetapi juga ingin terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan-kegiatan sosial dan kemanusiaan. Kami berharap silaturahmi dan kerja sama yang baik ini dapat terus terjalin di masa mendatang," ujar Ferdiano. Sementara itu, Kepala Biara Kkottongnae Indonesia Cabang Labuan Bajo, Suster Thomas, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh KPU Kabupaten Manggarai Barat. Menurutnya, kepedulian yang ditunjukkan menjadi bentuk dukungan moral yang sangat berarti bagi pelayanan yang dijalankan oleh komunitas tersebut. Pada kesempatan itu, Suster Thomas juga memperkenalkan Biara Kkottongnae kepada seluruh peserta. Ia menjelaskan bahwa Kkottongnae merupakan komunitas pelayanan Katolik yang berasal dari Korea Selatan. Nama "Kkottongnae" memiliki arti "Desa Bunga", sebuah simbol harapan agar setiap orang yang dilayani dapat bertumbuh, berkembang, dan dihargai seperti bunga yang mekar, tanpa memandang kondisi fisik, latar belakang, maupun keterbatasan yang dimiliki. Di Indonesia, salah satu cabang kongregasi ini berada di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Para suster mengabdikan diri untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang paling rentan, khususnya penyandang disabilitas fisik, lanjut usia (lansia), orang terlantar, serta mereka yang tidak memiliki keluarga. Melalui pelayanan yang penuh kasih, Biara Kkottongnae menjadi rumah yang menghadirkan harapan, perhatian, dan kehidupan yang lebih bermartabat bagi setiap penghuninya. Kegiatan santunan dan doa bersama ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai kemanusiaan merupakan bagian penting dalam pengabdian KPU kepada masyarakat. Melalui aksi sederhana namun penuh makna ini, KPU Kabupaten Manggarai Barat berharap dapat terus menumbuhkan semangat berbagi, memperkuat kebersamaan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di luar tugas utamanya sebagai penyelenggara pemilihan. Semangat melayani, peduli, dan hadir bersama masyarakat menjadi komitmen yang terus dijaga oleh KPU Kabupaten Manggarai Barat. Sebab, membangun demokrasi yang kuat juga berarti membangun kepedulian terhadap sesama dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat. (AY/Humas KPU Manggarai Barat)


Selengkapnya
147

KPU Kabupaten Manggarai Barat Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan II Tahun 2026

Labuan Bajo, manggaraibarat.kpu.go.id  -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manggarai Barat menggelar Rapat Pleno Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026 pada Rabu (1/7/2026) pukul 10.00 WITA di Ruang Rapat Lantai I Kantor KPU Kabupaten Manggarai Barat.  Rapat pleno dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Manggarai Barat, Ferdiano Sutarto Parman, didampingi Anggota KPU Kabupaten Manggarai Barat, yakni Azis, Agustinus Emil Rahmat, Gregorius Juhardi Otto, dan Krispianus Bheda. Turut hadir Sekretaris KPU Kabupaten Manggarai Barat, Yerlingsur Nenoliu, beserta jajaran sekretariat. Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat, Maria Magdalena S. Seriang dan Muhamad Hamka, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Manggarai Barat, Valentinus Andi, serta Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Manggarai Barat, Yesualdus Robertus Mei Ardi Ngolong. Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Manggarai Barat, Ferdiano Sutarto Parman, menyampaikan bahwa pelaksanaan Rapat Pleno PDPB Triwulan II Tahun 2026 merupakan tindak lanjut dari Pasal 19 PKPU Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. Menurutnya, pemutakhiran data pemilih bertujuan memastikan data pemilih tetap akurat, komprehensif, dan mutakhir sebagai dasar penyusunan daftar pemilih pada pemilu dan pemilihan yang akan datang. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta seluruh jajaran KPU Kabupaten Manggarai Barat atas sinergi yang terus terjalin dalam menjaga kualitas data pemilih. Selanjutnya, Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Emil Rahmat, memaparkan hasil Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan II Tahun 2026. Berdasarkan hasil rekapitulasi, jumlah pemilih di Kabupaten Manggarai Barat yang tersebar di 12 kecamatan dan 169 desa mencapai 212.327 pemilih, terdiri atas 105.451 pemilih laki-laki dan 106.876 pemilih perempuan. Dalam sesi tanggapan, Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat menegaskan pentingnya penguatan sinergi dan koordinasi antarlembaga dalam mengawal pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan agar berjalan transparan, akuntabel, dan menghasilkan data pemilih yang berkualitas. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Manggarai Barat juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung KPU melalui penyediaan data kependudukan yang mutakhir sebagai dasar penyusunan data pemilih yang akurat dan komprehensif. Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Manggarai Barat menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa dan KPU dalam menyampaikan informasi kependudukan di tingkat desa guna mendukung terwujudnya data pemilih yang mutakhir dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui rapat pleno ini, KPU Kabupaten Manggarai Barat kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan data pemilih yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sinergi antara KPU, Bawaslu, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus diperkuat guna mendukung penyelenggaraan pemilu dan pemilihan yang demokratis, berintegritas, serta berkualitas. (AS/Humas KPU Manggarai Barat)  


Selengkapnya
🔊 Putar Suara