SUARA NELAYAN ADALAH KEKUATAN DEMOKRASI, KPU MANGGARAI BARAT GELAR SOSIALISASI PENDIDIKAN PEMILIH DI PULAU RINCA

LabuanBajo,manggaraibarat.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manggarai Barat terus memperkuat upaya peningkatan kualitas demokrasi melalui pendidikan pemilih kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan dan marjinal. Dengan mengusung tema "Suara Nelayan Adalah Kekuatan Demokrasi", Sosialisasi Pendidikan Pemilih bagi Kelompok Rentan dan Marjinal (Nelayan) di Desa Pasir Panjang, Pulau Rinca, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA ini dipimpin langsung oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Manggarai Barat, Azis, serta didampingi oleh Anggota KPU Kabupaten Manggarai Barat, Divisi Teknis, Gregorius Juhardi Otto dan Divisi Hukum dan pengawasan, Krispianus Bheda, bersama dua orang staf Sekretariat KPU Kabupaten Manggarai Barat.

Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Pasir Panjang, Nurdin, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada KPU Kabupaten Manggarai Barat karena telah memilih Desa Pasir Panjang sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan pendidikan pemilih.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada KPU Kabupaten Manggarai Barat yang telah hadir dan memberikan edukasi kepada masyarakat kami. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat agar masyarakat semakin memahami hak dan kewajibannya sebagai pemilih, serta dapat berpartisipasi secara aktif dalam setiap penyelenggaraan Pemilu maupun Pilkada," ujar Nurdin.

Mengawali penyampaian materi, Azis menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Desa dan masyarakat Pasir Panjang. Menurutnya, pendidikan pemilih merupakan pilar  penting dalam penyelenggaraan Pemilu/Pemilihan yang demokratis dan berintegritas. Ia tidak hanya bertujuan meningkatkan angka partisipasi pemilih, tetapi membangun kualitas partisipasi itu sendiri. Dengan kata lain, pendidikan pemilih membentuk  warga negara yang sadar akan hak dan tanggung jawab politiknya. Masyarakat memiliki peran sebagai penentu arah pembangunan melalui hak pilih yang dimiliki.

Dalam pemaparannya, Azis menjelaskan berbagai aspek penting mengenai penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan, mulai dari hak dan kewajiban pemilih, pentingnya menggunakan hak pilih secara  bertanggung jawab, hingga bahaya praktik politik uang (money politik) yang dapat merusak kualitas demokrasi. Karena  demokrasi sejatinya hidup ketika warga sebagai pemilih, sekaligus pemilik kedaulatan memahami, menilai, dan memaknai pilihannya.

Ia menegaskan bahwa setiap suara masyarakat memiliki nilai yang sama dan sangat menentukan masa depan daerah maupun bangsa. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh iming-iming materi ataupun berbagai bentuk praktik politik yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi.

Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Suasana diskusi berlangsung sangat dinamis. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada para narasumber. Berbagai pertanyaan tersebut menunjukkan tingginya keinginan masyarakat untuk memahami bagaimana menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Dalam sesi tersebut, banyak peserta mengaku baru memahami bahwa memilih pemimpin harus didasarkan pada rekam jejak, visi, misi, serta program kerja calon, bukan karena adanya pemberian uang ataupun bentuk imbalan lainnya.

Masyarakat juga menyampaikan sejumlah masukan kepada KPU Kabupaten Manggarai Barat. Salah satu usulan yang mendapat perhatian adalah pembentukan Relawan Demokrasi di desa-desa yang sulit dijangkau, sehingga informasi kepemiluan dapat terus tersampaikan kepada masyarakat secara berkelanjutan. Selain itu, masyarakat berharap KPU dapat menyelenggarakan sosialisasi berskala besar yang menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Barat sebagai upaya memperkuat kesadaran politik masyarakat dan menekan praktik politik uang.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Anggota KPU Kabupaten Manggarai Barat, Krispianus Bheda, menekankan pentingnya masyarakat menjadi pemilih yang aktif dan kritis dalam menentukan pilihan politiknya.

Ia menyampaikan bahwa apabila masyarakat masih ragu dalam menentukan pilihan terhadap calon Gubernur, Bupati, anggota DPRD, maupun Presiden, maka masyarakat sebaiknya memanfaatkan setiap kesempatan tatap muka atau kampanye dialogis yang dilakukan para calon.

"Gunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan masyarakat, seperti penyediaan air bersih, listrik, bantuan kapal nelayan, ketersediaan BBM, pembangunan jalan, jaringan internet, maupun kebutuhan lainnya. Sampaikan hal yang benar-benar menjadi prioritas masyarakat. Ketika calon tersebut terpilih, masyarakat memiliki hak moral untuk mengingatkan dan menagih komitmen yang pernah disampaikan kepada publik," jelas Krispianus.

Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Manggarai Barat berharap masyarakat, khususnya para nelayan sebagai bagian dari kelompok rentan dan marjinal, semakin memahami pentingnya menggunakan hak pilih secara cerdas, bebas, dan bertanggung jawab. Pendidikan pemilih tidak hanya bertujuan meningkatkan angka partisipasi, tetapi juga membangun budaya demokrasi yang berintegritas, sehingga setiap suara yang diberikan benar-benar menjadi kekuatan dalam mewujudkan pemerintahan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Dengan semangat "Suara Nelayan Adalah Kekuatan Demokrasi", KPU Kabupaten Manggarai Barat menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan pemilih hingga ke wilayah kepulauan dan daerah-daerah yang sulit dijangkau, sehingga tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam memperoleh informasi kepemiluan dan berpartisipasi aktif dalam memperkuat demokrasi Indonesia. (AY/Humas KPU Manggarai Barat)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Dilihat 100 Kali.
🔊 Putar Suara