Berita Terkini

87

Poin-Poin Kunci Mengapa Informasi Publik Dikelola Serius Oleh KPU Manggarai Barat

Tingkat transparansi informasi yang disampaikan kepada publik sangat mempengaruhi  tingkat partisipasi masyarakat baik terkait tahapan penyelenggaraan pemilihan, para kontestan yang akan berkontestasi maupun partisipasi publik dalam memahami kepemiluan dan demokrasi secara umum.   Rekognisi terhadap hak publik akan informasi yang baik dan benar merupakan salah satu energi yang mendorong KPU Manggarai Barat untuk mendayagunakan baik sumber daya manusia maupun fasilitas operasional yang dimiliki agar selalu memberikan informasi penting bagi publik Manggarai Barat.   Di hadapan rombongan KPU Kabupaten Nias, KPU Kabupaten Nias Barat beserta KPU Provinsi Sumatera Utara pada Jumad (22/11/2019), Krispianus Bheda, Komisioner KPU Manggarai Barat yang membidangi Divisi Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat, Pendidikan Pemilih dan Sumber Daya Manusia, menjelaskan poin-poin kunci mengapa transparansi informasi publik di Manggarai Barat dikelola serius oleh KPU.   “Pertama, Manggarai Barat itu plural dan majemuk sudah sejak dahulu, transparan, keterbukaan termasuk dalam hal informasi  sudah menjadi keharusan, apalagi dalam konteks hari ini ketika semua mata tertuju ke Manggarai Barat karena telah menjadi destinasi pariwisata kelas dunia. Hampir semua sudah menggunakan media digital” katanya.   Kedua, pembacaan dan analisis atas konteks dan teks tersebut yang yang kemudian bagi KPU Manggarai Barat dijadikan sebagai momentum untuk hadir dan terlibat menjadi salah satu sumber informasi, khususnya sebagai corong kepemiluan dan demokrasi.   Ketiga, menurut Kris, ragam informasi yang dikelola Lembaga publik adalah hak publik, karenanya mesti diberikan. Untuk itu KPU wajib menyediakan varian informasi yang menjadi hak publik, entah yang disajikan secara berkala, tersedia setiap saat maupun yang  disajikan secara serta merta. Informasi-informasi ini harus disampaikan kepada publik, tanpa harus diminta oleh publik.   “Tentu saja, ada hal-hal yang dikecualikan sebagaimana diatur dalam regulasi. Salah satu misalnya adalah Keputusan KPU pada 2018 lalu tentang Penetapan Informasi Berupa Formulir Model A-KWK sebagai informasi yang dikecualikan. Dan dalam Pilkada nanti ada informasi yang juga akan dikecualikan”   Keempat adalah kerja sama tim (Internal KPU Manggarai Barat) baik antar divisi maupun antara komisioner dengan sekretariat. Kerja sama tim ini menyimpul dalam berbagai aktivitas dan mekanisme kerja, baik yang mewujud melalui rapat pleno maupun dalam kerja-kerja analisis di puslitbang dengan media centernya.   Dan terakhir, kelima adalah fasilitas operasional dan media publikasi yang dijadikan sebagai alat penyebarluasan informasi.   “Kita menggunakan semua media yang relevan. Secara online melalui website dan media sosial, dan secara offline melalui infografik dalam booklet, spanduk, baliho, poster dan bahkan disampaikan dalam pertemuan-pertemuan tatap muka. Namun semua media publikasi akan disesuaikan dengan konteksnya masing-masing, kapan kita menggunakan infografik dan kepada siapa” jelasnya.   [caption id="attachment_999" align="aligncenter" width="5951"] Suasana Diskusi. Foto Dok. Humas KPU Mabar[/caption] Penulis : Safrianus Suhardi Editor : Humas KPU Mabar


Selengkapnya
72

Ya’ahowu…..Ya’ahowu…. Selamat Datang KPU Kabupaten Nias, Nias Barat Bersama KPU Provinsi Sumatera Utara

Labuan Bajo-Ya’ahowu…Ya’ahowu. Sorakan ini menggema di halaman kantor KPU Manggarai Barat saat menerima kunjungan belajar dari sesama penyelenggara pemilu, KPU Kabupaten Nias, Nias Barat yang didampingi oleh KPU Provinsi Sumatera Utara. Jumat (22/11/2019), KPU Manggarai Barat menerima kunjungan rombongan KPU Kabupaten Nias dan Nias Barat bersama KPU Provinsi Sumatera Utara. Kunjungan ini pada intinya merupakan kegiatan pembelajaran yang berkaitan dengan prestasi KPU Manggarai Barat yang berhasil menyabet penghargaan sebagai juara I tingkat nasional dalam hal transparansi informasi publik. Penerimaan terhadap rombongan KPU Nias, Nias Barat  bersama KPU Provinsi Sumatera Utara dilakukan di depan pintu kantor KPU Manggarai Barat oleh Ketua dan Anggota KPU beserta sekretariat KPU Manggarai Barat. Rangkaian acara penerimaan diawali dengan seremoni adat tuak curu dan manuk kapu. Seremoni adat tuak curu dan manuk kapu merupakan tanda penghargaan dalam penerimaan bagi tamu termasuk bagi tamu yang berasal dari daerah di luar wilayah Manggarai. Setelah rangkaian penerimaan secara adat, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi partisipatif terkait penguatan kelembagaan dan transparansi informasi publik. Ketua KPU Manggarai Barat, Robertus V. Din, dalam sambutan awalnya menjelaskan bahwa capaian prestisius KPU Manggarai Barat baik di tingkat regional maupun di tingkat nasional sebenarnya tidak terlepas dari kerja sama tim yang diperkuat penguatan internal secara kontinu, juga kerja sama dengan instansi-instansi lain seperti kepolisian, Disdukcapil dan instansi-instansi lainnya. “Semua keberhasilan yang dicapai KPU Manggarai Barat tidak terlepas dari kerja sama banyak pihak, baik internal KPU Manggarai Barat maupun instansi eksternal di lingkup pemkab Manggarai Barat. Kerjasama internal diperkuat lewat penguatan internal melalui komunikasi timbal balik yang konstruktif,” kata Robertus. Upaya peningkatan kualitas SDM penyelenggara pemilu perlu dibaca dalam konteks persiapan penyelenggaraan kontestasi politik 2020. Pasalnya pada tahun 2020 akan diselenggarakan pemilihan serentak jilid III, untuk memilih gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati/walikota dan wakil walikota di seluruh wilayah Republik Indonesia. Sehingga, lanjut Robertus, upaya belajar bersama ini merupakan langkah persiapan bagi penyelenggara pemilu terutama KPU kabupaten agar mampu menyelenggarakan pemilihan sesuai mandat Undang-Undang dan regulasi lain terkait kontestasi politik 2020. "Selain itu diharapkan proses penyelenggaraan pemilihan tersebut terlaksana dengan baik dan benar sehingga tidak menjadi basis perpecahan di tengah masyarakat." tuturnya. Penulis : Safrianus Suhardi Editor : Humas KPU Mabar


Selengkapnya
380

KPU Manggarai Barat Ajak Masyarakat Ikut Aktif Berpartisipasi Di Semua Tahapan Pemilu

Sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 kembali digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manggarai Barat. Setelah kemarin melaksanakan sosialisasi di Desa Siru Kecamatan Lembor, kali ini sosialisasi bertempat di Desa Golo Sembea Kecamatan Mbeliling (21/11/2019). Desa Golo Sembea menjadi pilihan lokasi sosialisasi mengingat angka partisipasi pemilih desa tersebut terendah jika dibandingkan dengan desa lain di Kecamatan yang sama.  Angka partisipasi Desa Golo Sembea pada Pemilihan DPRD 2019  hanya mencapai 76 persen. Sedangkan Desa-Desa lain di Kecamatan Mbeling selain Wae Jare, tingkat partisipasinya rata-rata di atas 80 persen. Dalam kegiatan sosialisasi ini, Robertus V. Din, Ketua KPU Manggarai Barat tidak sebatas menyosialisasikan tahapan persiapan Pemilihan Kepala Daerah 2020 tapi juga memanfaatkan kesempatan untuk mengevaluasi proses penyelenggaraan pemilihan 2019 untuk perbaikan proses pemilihan yang akan datang. “Kami datang ke desa ini karena angka partisipasinya termasuk rendah, yakni di bawah 80 persen, kami ingin mendapatkan informasi langsung terkait sebabnya, kita bisa saling sharing, kami ingin pemilih ikut aktif berpartisipasi di semua tahapan Pemilu” ujar Robert di hadapan puluhan peserta sosialisasi. Mantan Kepala Desa Golo Sembea Ahmad Naben menuturkan, rendahnya angka partisipasi di Golo Sembea bukan karena pemilih malas menggunakan hak suara. Menurutnya, hal itu disebabkan karena warga yang terdaftar sebagai pemilih tidak sedang berada di Golo Sembea karena tengah menempuh pendidikan di luar daerah atau merantau kerja. “Kalau warga yang menetap di sini pasti menggunakan hak suaranya, hanya memang banyak anak di sini sedang kuliah di luar dan tidak memungkinkan untuk pulang hanya untuk mencoblos,” jelasnya. Menanggapi hal itu, Robert mengaku akan kembali mengevaluasi proses pendataan pemilih dengan mencari langkah yang tepat untuk mengatasi persoalan tersebut. Ia menambahkan, KPU Manggarai Barat akan bekerja seoptimal mungkin agar proses pemilihan 2020 berjalan dengan lebih baik dan lancar. Penulis        : Sifa Nurfadilah Editor          : Humas KPU Mabar


Selengkapnya
127

20 CPNS KPU Se-NTT Ikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Latsar)

Sejumlah 20 Calon Pegawai  Negeri Sipil (CPNS) KPU se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Latsar) tahap pertama (on campus) di Balai Diklat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 27 Oktober 2019 - 16 November 2019. Selama proses pembelajaran, CPNS dibekali nilai dasar profesi ASN yang tertuang dalam ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi) dan sikap bela negara. Saat ini, 20 CPNS KPU yang tersebar di 11 KPU Kabupaten Se-NTT  tengah melaksanakan tahapan kegiatan aktualisasi yang telah direncanakan sebelumnya baik kegiatan yang bersifat optimalisasi ataupun inovasi yang dapat meningkatkan pelayanan dan kinerja di Satuan Kerja (satker) Sekretariat KPU masing-masing. Pada tahapan ini, diharapkan CPNS dapat menginternalisasi, menerapkan dan mengaktualisasikan serta menjadikan nilai-nilai yang ditanamkan  dapat menjadi sebuah kebiasaan (habituasi). Kasubag SDM Provinsi NTT, Andrew S.N Kette mengungkapkan harapannya kepada CPNS KPU NTT yang telah mengikuti Latsar untuk dapat meningkatkan  pengetahuan dan keterampilan serta professional dalam bekerja. “Dan semoga dapat mempelajari norma dan etika birokrasi, juga menjadi aparatur pemersatu bangsa,” harapnya. Sementara, salah satu peserta Latsar CPNS dari satker KPU Manggarai Barat, Sifa Nurfadilah mengungkapkan kesiapannya menjalankan rancangan kegiatan aktualisasi. Ia berharap bisa mengikuti tahapan Latsar sampai selesai dengan sebaik mungkin. “Selama sebulan ini kami dikembalikan ke satker masing-masing untuk menjalankan tahapan kegiatan aktualisasi setelah itu kembali On Campus untuk mempertanggungjawabkan hasil dari rancangan aktualisasi, semoga berjalan dengan baik,” ungkapnya. Penulis/Editor : Humas KPU Mabar


Selengkapnya
80

KPU Kabupaten Manggarai Barat Mulai Gencarkan Sosialisasi Pemilihan 2020

Pendidikan pemilih merupakan suatu upaya sadar dan rasional yang menjadi ruang pemberdayaan pemilih sehingga tidak menjadi objek mobilisasi dalam kontestasi politik KPU Manggarai Barat gandeng masyarakat mengevaluasi penyelenggaraan pemilu sebagai upaya sadar menyikapi pemilihan kepala daerah tahun 2020. Sosialisasi ini  merupakan suatu bentuk upaya pemberdayaan bagi masyarakat pemilih. Selain sebagai upaya meningkatkan kapasitas demokrasi masyarakat pemilih, sosialisasi ini juga merupakan bentuk pelaksanaan tanggungjawab KPU Kabupaten Manggarai Barat sebagai salah satu institusi penyelenggara pemilu di Manggarai Barat. KPU sebagai penyelenggara pemilu pada galibnya harus mampu bekerja sama dengan masyarakat demi terselenggaranya pemilu dan pemilihan yang aman dan damai serta memastikan hak politik masyarakat sebagai warga negara yang diamanatkan konstitusi terimplementasikan secara benar dan baik. Komisioner KPU Kabupaten Manggarai Barat, Krispianus Bheda mengatakan bahwa selain upaya pemberdayaan pemilih, sosialisasi ini dimaksudkan juga sebagai ruang bersama untuk mengevaluasi proses penyelenggaraan pemilu dan pemilihan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Manggarai Barat. “Selain sebagai peningkatan kapasitas pemilih, sosialisasi ini juga dimaksudkan untuk mengevaluasi proses penyelenggaraan pemilu selama ini, khususnya pemilu 2019 dari sudut pandang masyarakat pemilih. Diharapkan evaluasi kolektif (melibatkan masyarakat) ini bermuara pada peningkatan kualitas demokrasi, semakin menyebarnya gagasan kritis tentang pemilu dan demokrasi” kata Kris saat memaparkan materi sosialisasi di Desa Siru, Kecamatan Lembor, Rabu (20/11/2019). Sosialisasi ini bertemakan, “Program Pendidikan Pemilih, Pemilih Berdaulat Negara Kuat.” Turut hadir dalam sosialisasi tersebut tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan pemilih pemula, perangkat desa dan Kepala Desa Siru sendiri. Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Sumardi, Kepala Desa Siru. Dalam sambutan awalnya, Sumardi menegaskan bahwa pendidikan pemilih merupakan suatu upaya sadar dan rasional yang menjadi ruang pemberdayaan pemilih agar menjadi lebih rasional dalam memilih sehingga tidak menjadi objek mobilisasi dalam kontestasi politik. “Hadirnya pemilih yang rasional akan memungkinkan kualitas proses berdemokrasi di Manggarai Barat mengalami peningkatan dari hari ke hari. Oleh karena itu, pembelajaran politik dengan terlibat dalam politik merupakan hal urgen yang mesti terus dilakukan.” jelasnya. Sosialisasi ini diisi dengan dua agenda penting, yakni evaluasi kolektif (bersama warga Desa Siru) terkait penyelenggaraan pemilu 2019 dan langkah persiapan awal terkait pemilihan 2020. Persoalan yang dibicarakan meliputi tingkat prosentase partisipasi pemilih di Desa Siru, hak wajib pilih sebagai warga negara, kekurangan logistik pemilu, wajib pilih penyandang disabilitas, pemilih pemula hingga kualitas kontestasi dalam pemilihan 2020. Tema-tema ini tidak dibicarakan dalam model komunikasi satu arah tetapi melalui dialog yang partisipatif dan konstruktif. Dari beberapa hal penting ini, ketepatan pendataan pemilih dan kerjasama serta koordinasi antar badan ad hoc merupakan dua hal pokok yang disoroti masyarakat Desa Siru. Bagi mereka, tingkat prosentase partisipasi masyarakat Desa Siru (81%) dianggap mengalami penurunan dalam pemilu 2019. Hal itu menurut warga disebabkan adanya wajib pilih yang terdata dalam DPT tidak mendapat surat undangan memilih/C6, dan warga desa yang pada saat pemilihan tidak berada di Desa Siru karena berbagai alasan seperti kuliah dan merantau. Menyikapi persoalan-persoalan ini, Kris menyampaikan bahwa sebagai lembaga penyelenggara pemilu, KPU Kabupaten  Manggarai Barat akan bekerja semaksimal mungkin sehingga dalam penyelenggaraan pemilihan selanjutnya dapat dilaksanakan dengan lebih baik. Namun, untuk itu KPU Kabupaten Manggarai Barat mesti dan membutuhkan kerjasama dengan instansi-instansi terkait baik di lingkup Kabupaten maupun lingkup kecamatan dan desa yang menyebar di seluruh Kabupaten Manggarai Barat. Penulis       : Safrianus Suhardi Editor         : Humas KPU Mabar


Selengkapnya
238

Empat Penghargaan Diraih KPU Manggarai Barat Dalam Pemilu 2019

Empat penghargaan diraih Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Manggarai Barat dalam penyelenggaraan pemilu 2019. Satu di antaranya adalah sebagai terbaik pertama untuk kategori Transparansi Informasi Pemilu dan Pemilihan tingkat Kabupaten/Kota se-Indonesia. Atas semua pencapaian tersebut, Ketua KPU Kabupaten Manggarai Barat, Robertus V. Din mengatakan bahwa apresiasi yang diberikan kepada KPU Manggarai Barat sebenarnya bukan hanya untuk dan atas nama KPU Kabupaten Manggarai Barat, tetapi juga untuk publik Manggarai Barat secara luas. Berikut empat penghargaan yang diterima KPU Kabupaten Manggarai Barat dalam Pemilu  tahun 2019. Kategori Lancar Membangun Koordinasi Berjenjang Tingkat Provinsi NTT Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Manggarai Barat raih penghargaan sebagai Kabupaten yang lancar dalam berkoordinasi baik dari KPU Provinsi maupun dari KPU Kabupaten ke KPU Pronvinsi. Penghargaan untuk kategori ini diterima oleh Muhamad Ilham, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Manggarai Barat pada 28 Agustus 2019 di Kupang. Terbaik Ketiga Kategori Tertib Pengelolaan Dokumen Hukum Tingkat Provinsi NTT Meraih penghargaan terbaik ketiga untuk Kategori Tertib Pengelolaan Dokumen Hukum dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 tingkat Provinsi NTT. Pengahargaan diberikan langsung oleh Thomas Dohu, Ketua KPU Provinsi NTT dan diterima oleh Ponsianus Mato, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Manggarai Barat didampingi Happy Liwe, Kasubag Hukum KPU Manggarai Barat pada 15 September 2019 di Kupang. Terbaik Pertama Kategori Transparansi Informasi Publik Tingkat Provinsi NTT Meraih penghargaan sebagai Terbaik Pertama untuk kategori keterbukaan informasi publik tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penghargaan ini diraih KPU Manggarai Barat pada September 2019 lalu. Pada Selasa, 19 September 2019 piagam dan trophi penghargaan diberikan dan diterima KPU Manggarai Barat. Piagam dan trophi tersebut diterima langsung oleh Robertus V. Din, Ketua KPU Manggarai Barat dalam rangkaian kegiatan Rapat Kerja Pengelolaan Organisasi dan Kepegawaian Lingkup Sekretariat KPU Provinsi NTT tahun 2019 di Kupang. Terbaik Pertama Untuk Kategori Transparansi Informasi Pemilu dan Pemilihan Tingkat Kabupaten/Kota Se-Indonesia KPU Kabupaten Manggarai Barat terpilih sebagai Kabupaten/Kota terbaik pertama  untuk kategori Transparansi Informasi Pemilu Tingkat Nasional. Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara KPU Award yang menjadi puncak dari rangkaian kegiatan Konsolidasi Nasional KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota seluruh Indonesia, pada Senin (23/9/2019) di Jakarta Convention Center (JCC). Penulis/Editor : Humas KPU Mabar    


Selengkapnya